BEBAS download

08 January, 2009

Jual Mobil Isuzu Panther Hi Grade tahun 1995

logo-isuzu Jual Mobil Isuzu Panther Hi Grade tahun 1995

Isuzu Panther Hi Grade 1995

Harga : 57.500.000
Warna : biru tua
Tahun : 1995
Keterangan :
Mobil siap pakai dilengkapi dengan R/T, VR 16, AC double blower, mesin kering, kaki kaki bagus, STNK panjang Agustus 2009. Harga ditawarkan Rp. 57,5 juta

Hubungi
Nama : Hatta
Alamat : jl. kuricang XVIII blok GD 8/10, pondok binta Tanggerang
Telp : 0811 111 646 / 021 9410 8754

10 Cara Menghemat Konsumsi BBM

OTOMOTIFNET - Menghemat biaya pengeluaran di masa krisis saat ini pastinya dapat memberi banyak manfaat. Termasuk di antaranya menghemat biaya pembelian bbm untuk mobil Anda. Dengan menghemat konsumsi bbm, tentu biaya pengeluaran akan semakin rendah.

Bagaimana cara menghemat konsumsi bbm, sekaligus memperpanjang jarak tempuh mobil? Ada banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi bbm mobil. Seperti kapasitas mesin, transmisi, bobot kendaraan, dan tekanan ban. Selain itu, tingkat kepadatan lalu lintas, pola mengemudi dan kondisi mobil pun turut memberi pengaruh.

Dalam Big Test Liga Irit 3 ini kami tidak menggunakan pola mengemudi ekonomis, tapi Anda bisa menghemat konsumsi bbm mobil Anda dengan 10 cara ini.

1. Menjaga Putaran Mesin
Umumnya, torsi maksimum mesin berada pada 2.500-3.500 rpm. Lakukan perpindahan gigi pada rentang putaran mesin itu. Jika putaran mesin terlalu tinggi, maka suplai bensin akan makin banyak. Sedang jika terlalu rendah, butuh injakan pedal gas yang lebih dalam untuk menambah kecepatan.

2. Gunakan AC Dengan Bijak
Menggunakan AC memberi beban besar pada mesin yang dapat meningkatkan konsumsi bbm. Non-aktifkan AC jika udara luar cukup untuk menyejukan kabin mobil. Pada cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Sehingga dapat mengurangi kerja AC untuk mendinginkan kabin.

3. Hindari Akselerasi Dan Pengereman Mendadak
Berakselerasi atau melaju dengan konstan membuat suplai bahan bakar juga konstan. Akselerasi mendadak dapat membuat ECU memerintahkan untuk menyuplai bensin hingga maksimal. Sedangkan mengerem secara berlebihan memaksa Anda untuk menekan gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Injak pedal gas dengan halus serta perhitungkan jarak pengereman yang memadai.

4. Cermati Tekanan Dan Keselarasan Ban
Kurangnya tekanan ban jelas berbahaya. Kondisi itu dapat menambah hambatan untuk melaju. Untuk mencapai kecepatan tertentu, mesin bekerja lebih keras ketimbang normal yang membutuhkan lebih banyak bbm. Juga dapat meningkatkan keausan ban yang tidak merata. Keselerasan ban, keausan bearing roda dan rem yang menyangkut dapat menambah konsumsi bbm 10%.

5. Servis Mobil Secara Berkala
Saringan udara dan oli kotor, busi yang sudah aus, oli mesin lama tidak diganti, knalpot bocor dan masalah pada sistem kontrol emisi dapat meningkatkan konsumsi bbm. Lakukan servis berkala untuk mengurangi hambatan ini. Lebih baik lagi jika servis itu dilakukan sebelum mencapai jarak tempuh yang telah ditentukan.

6. Pakai BBM Dengan Oktan Sesuai
Banyak mesin mobil yang dapat bekerja baik dengan bahan bakar bernilai oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrik. Kecuali jika terdengar knocking. Tapi performa mesin maupun konsumsi bbm akan membaik saat menggunakan bbm dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan.

7. Kurangi Beban
Jangan gunakan bagasi mobil sebagai lemari kedua Anda. Atau Anda selalu membawa banyak barang dan aksesori berat yang tidak dibutuhkan pada perjalanan Anda hari itu. Penambahan beban ini membuat mesin bekerja lebih berat dari kondisi normal. Pasalnya, Anda harus menginjak pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan.

8. Hindari Macet
Kondisi stop and go begitu cepat mengurangi isi tangki bbm mobil Anda. Sebisa mungkin hindari jam-jam sibuk untuk menghindari macet. Hindari pula membiarkan mesin idle untuk waktu yang lama, seperti menyalakan mesin ketika menunggu. Karena kondisi itu membutuhkan lebih banyak bbm ketimbang mematikan dan menyalakan mesin lagi.

9. Rencanakan Rute Perjalanan
Menentukan rute perjalanan yang efektif dan terhindar dari macet memang membutuhkan pengalaman Anda. Hindari jalan macet yang pernah Anda lewati di waktu lampau. Menggunakan peta dan GPS akan memudahkan Anda menentukan rute perjalanan. Jika ingin singgah beberapa kali, upayakan agar rutenya tetap satu poros.

10. Mengemudi Smart
Mengurangi kecepatan yang biasa Anda gunakan dapat menghemat bbm. Melaju pada kecepatan 100 km/jam menggunakan bbm sekitar 15% lebih banyak ketimbang melaju pada 80 km/jam. Menggunakan fitur cruise control di jalan bebas hambatan atau mengaktifkan overdrive untuk transmisi otomatis, membuat ECU mesin memerintahkan suplai bbm pada mode ekonomis.

Penulis: Ary Damarjati

06 January, 2009

Penyebab Mesin Diesel "Masuk Angin"

Apa yang menjadi penyebab masuk angin? Pada prinsipnya, ini terjadi karena sifat angin memang selalu mengisi ruang kosong. Nah, ada tiga hal yang paling sering menimbulkan angin palsu pada mesin diesel.

Pertama, karena pernah kehabisan bahan bakar. Bahan bakar yang minim ini membuat angin ikut masuk ke injection nozzle. Selanjutnya, angin tersebut mempengaruhi tekanan solar ke ruang bakar. Tekanan solar menjadi tidak tinggi. Padahal, untuk penginjeksian, mesin diesel
memerlukan tekanan yang tinggi.

Masalah "tekanan" inilah yang paling utama membuat mesin diesel begitu terpengaruh angin palsu. Tidak seperti mesin berbahan bakar bensin.
Meskipun mesin bensin juga bisa masuk angin, kinerjanya tidak terpengaruh angin palsu. Sebab, penginjeksian bensin cukup dengan tekanan antara 2,5 sampai 3 kg/cm2. Sementara solar harus di atas 180 kg/cm2.

Kedua, yang juga paling sering memicu masuk angin adalah saat penggantian part pada sistem bahan bakar. Misalnya penggantian saringan solar, injection nozzle dan selang-selang bahan bakar. Saat komponen ini dibuka, angin leluasa masuk ke saluran sistem bahan bakar.

Penyebab ketiga, pembuangan air di penampungan air (water sendimeter). Sama seperti prinsip di atas, saat air terbuang, udara akan menggantikannya masuk ke priming pump.

Dengan demikian, jelas bahwa langkah-langkah untuk menghindari masuk angin adalah dengan memperhatikan sebab-sebab di atas, yaitu:

  • Sebaiknya isi kembali solar sebelum garis pertama tanda E (empty).
  • Lakukan penggantian komponen sistem bahan bakar di bengkel. Sebab, teknisi di bengkel akan sekaligus melakukan pembuangan angin palsu saat penggantian.

Beruntung, kemajuan teknologi diesel terbaru sudah mengatasi problem ini, yaitu dengan diaplikasikannya teknologi EFI pada mesin diesel.
Sekalipun masuk angin, pengendara tidak perlu melakukan tindakan buang angin palsu. Dengan teknologi ini, mesin secara otomatis melakukan pembuangan angin sendiri. Teknologi ini sudah diterapkan pada Kijang Innova diesel misalnya. Juga, pada Isuzu D-MAX.

Semua kegiatan ini bukan hal sulit. Tapi, pengaruhnya dalam kenyamanan dan keselamatan berkendara bisa sangat luar biasa.

05 January, 2009

Membuang Angin Palsu Mesin Diesel

Masuk angin tidak hanya bisa menimpa tubuh manusia. Tapi juga mesin diesel. Sama seperti yang dirasakan manusia, masuk angin membuat tak nyaman. Saat mesin diesel masuk angin misalnya, mesin akan sulit dihidupkan. Ketika dioperasikan, mesin juga terasa kurang tenaga.

Menurut Saian, Technical and Training Staff Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld, ini memang kasus yang biasa dikeluhkan pemilik mesin diesel. "Pengendara kerap menyebutnya dengan angin palsu," katanya.

Angin palsu ini jelas harus dibuang. Sepanjang masih ada angin (udara) palsu di dalam sistem bahan bakar, volume bahan bakar yang diinjeksi ke ruang bakar tidak akan sesuai. Artinya, supply solar ke ruang pembakaran kurang. Inilah yang menyebabkan mesin susah hidup, dan
terasa kurang bertenaga.

Penanganan kasus ini sangat mudah, bagaimana ?
  1. Tekan priming pump beberapa kali hingga terasa keras saat ditekan.
  2. Start mesin sampai hidup. (Catatan: Jangan melakukan start yang terlalu panjang. Apabila susah hidup, lakukan sambil menekan priming pump).
  3. Setelah mesin hidup, kendorkan baut union pada injection nozzle. Usahakan tutup baut tersebut dengan kain karena akan keluar bahan bakar. Kendorkan baut sampai bahan bakar yang keluar melalui baut union tidak berbusa lagi. Lakukan tindakan ini pada semua injection nozzle.
Semua kegiatan ini bukan hal sulit. Tapi, pengaruhnya dalam kenyamanan dan keselamatan berkendara bisa sangat luar biasa. (From: "Firman Gunadi")